Tuesday, February 3, 2015

CARA MENANAM BUAH SEMANGKA YANG BAIK

CARA MENANAM BUAH SEMANGKA YANG BAIK
Buah semangka yang fresh serta manis sudah memasyarakat serta sudah banyak di upayakan oleh petani di beragam tempat, hingga semangka merupakan di antara komoditas buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 

Dengan tersedianya benih-benih semangka hybrida ( f1 ) yang membuahkan buah dengan produksi tinggi serta kualitas baik, contohnya : new dragon, china dragon, yellow baby, grand dragon, redtop,sugar beby,  metal, apalagi benih semangka triploit ( non biji ) dan lain-lain. menambah semaraknya pengembangan usaha tani semangka. 

Penentuan lokasi / syarat tumbuh 
  • type tanah : tanaman semangka tidak menginginkan type tanah spesifik asal ph 6-7 dengan drainage yang baik. 
  • ideal di tanam di dataran rendah, dengan toleransi 0-550 m dpl. 
  • tempat memperoleh penyinaran yang cukup / penuh ( tidak termaungi ). 
  • tempat bukan hanya bekas tanaman yang diserang penyakit layu, karat daun serta mildev ( sawah bekas tanaman padi yaitu sangat baik ) 

Pengolahan tanah 
  • Pengolahan tanah di inginkan selesai lebih dulu sebelum saat bibit siap tanam, mengingat semangka yaitu tanaman semusim yang berusia pendek. 
  • bibit yang di tanam terlambat dapat mengganggu pertumbuhan 
  • bikin pola, persiapan untuk got, bedeng serta parit dengan ukuran :

         - got : lebar 40 cm, dalam 30 cm. 
         - bedeng : lebar 2, 5 m, tinggi 30 cm pada segi got, tinggi 15 cm pada segi parit. 
         - parit : lebar 20 cm, dalam 15 cm. 
  • tanah bisa di olah dengan total, lantas di bikin bedeng-bedeng atau di olah beberapa saja cuma pada jalur bedeng tanaman selebar 120cm. 
  • pada bedeng yang baru di olah sesudah lantas yakni pada bedeng tanam di tabur pupuk kandang, pupuk kimia serta dolomid dengan dosis per ha, seperti diulas sbb :

         - pupuk kandang : 10 ton 
         - pupuk sp36 : 150 kg 
         - pupuk za : 300 kg 
         - pupuk kcl : 150 kg 
         - dolomid : 150 kg. 
  • sesudah pupuk dan dolomid di taburkab, bedeng di aduk hingga pupuk merata sembari menggemburkan tanah. 
  • bedeng ditinggikan, di ratakan serta di tutup dengan mulsa plastic, maka berlangsunglah bedeng tanam lebar 120 cm. 
  • selebihnya 130 cm yaitu bedeng jalar sebagai area menjalarnya cabang-cabang tanaman semangka. 

budidaya semangka
Persemaian 
  • tentukan type / verietas yang baik sesuai keperluan pasar. 
  • kecambahkan lebih dahulu pada piring atau alat sejenis, di lapisi kain atau kertas bekas, benih di tabur rapat-rapat di tutup lagi dengan kain atau kertas bekas lantas dibasahi serta ditaruh di area yang aman serta tidak terkena cahaya matahari secara langsung. 
  • kontrol tingkat kebasahan media deder tersebut. 
  • jika sudah berkecambah selama 1-2 mm benih di pindahkan ke polybag dengan media tanah persemaian. 
  • area pembuatan persemaian mesti memperoleh cahaya matahari yang cukup serta terlindung dari hujan, maka di anjurkan diatas bedeng pembibitan di kurung dengan plastic. 
  • kontrol tingkat kebasahan media bibit, terlalau basah bibit justru bikin kondisi perakaran yang kurang sehat, jika terlalau kering bibit tumbuh kerdil. 
  • kontrol bibit tersebut dari serangan kutu daun ( aphids ) serta kepik pemakan daun ( 2 type hama tersebut kerap mengganggu pembibitan semangka ) serta hama-hama lain. 

Penanaman 
  • semangka di tanam menjalar, maka disiapkan bedeng serta bedeng jalar ( dari percobaan menanam dengan plastic tidak efektif ). 
  • setiap bedeng cuma satu baris dengan jarak 50 cm ( dengan jarak yang bisa populasi dapat semakin banyak serta prestasinyapun dapat lebih tinggi ). 
  • bibit siap di tanam sesudah berdaun penuh 2 helai, kurang lebih umur 20 hari. 
  • penanaman di upayakan supaya pangkal batang di permukaan bedeng ( janganlah terlalu, dalam / dangkal ). 
  • siram supaya tanaman baru tersebut tidak layu.

Perawatan / pemeliharaan 
  • kontrol tingkat kebasahan bedng, pada saat tanaman tetap kecil cukup di siram pertanaman, jika telah besar got di leb sampai tinggi bedeng, jika air sudh meresap dalam bedeng, got dibuka hingga air keluar serta di buang secepatnya. 
  • potong batang pada ruas ke 5, lantas dapat tumbuh sebagian cabang. 
  • berikanlah pupuk susulan dengan larutan npk 2% / 2 kg per 100 lt air. di kocorkan setiap batang 250 cc atau gelas aqua. 
  • tentukan 3 cabang terbaik dengan cabang yang nyaris sama. 
  • jalurkan cabang tersebut ke arah bedeng jalar dengan bantuan klip. 
  • ranting ke sampai 10 di potong / di rompes. 
  • dibuahkan pada ruas ke 11-15 ( buah sebelum saat ruas 11 dapat kecil serta buah yang terlampau ke ujung dapat berupa tidak normal, layaknya bolam ). 
  • ranting-ranting diatas ruas ke 11 dan sebagainya di biarlah. 
  • cabang pada ruas ke 30-32 dipotong. 
  • seleksi buah, tinggalkan buah setiap batang untuk semangka ukuran besar serta di tinggalkan 2 buah untuk type semangka ukuran tengah serta kecil ( ukuran besar contohnya : china dragon, new dragon, grand dragon, namun ukuran tengah yaitu sugar beby serta ukuran kecil yaitu delicios ). 
  • bolak balik posisi buah semangka agar warna kulitnya merata. 
  • kontrol situasi hama serta penyakit. 

Hama 
  • aphids ( kutu daun ), hama ini menghisap cairan daun, menularkan virus yang menyebabkan daun keriting. pengendalianya dengan : marshal, curacron, dan lain-lain. 
  • hama trips ( tungau ),menghisap daun, daun jadi kaku berupa tidak normal bekas serangga agak mengkilap, tanaman kerdil, buah kecil-kecil. 
  • ulat penggerek daun serta buah, hama ini mengonsumsi daun buah terlebih kulit buah hingga turunkan kulit buah. pengendaliannya dengan : trebon, decis, marshal, dan lain-lain. 
  • kepik., hama ini mengonsumsi daun terlebih pada saat di persemaian serta tanaman muda. pengendalianya dengan : lanate, matador, rizotin, dan lain-lain. 
Penyakit 

Penyakit layu ( layu bacteri serta cendawan ) 
pengendaliannya dengan : 
  • pengolahan tanah yang baik 
  • draenage yang baik 
  • ph tanah 6, 5-7 
  • pemakaian pupuk kandang yang telah jadi 
  • air irigasi tidak datang dari area diserang penyakit layu 
  • bacterisida serta fungi ( di siramkan pada pangkal batang ) umumnya sedikit membantu. 
- Penyakit karat daun. 
Menyerang dari daun tua menular kedaun yang lebih muda. tanda-tanda daun diserang, ada trotol kuning melebar merubah jadi coklat serta makin gelap ( coklat tua ) jaringan daun mati. serangan berkembang amat cepat jika pengendalian dengan fungisida tidak segera dikerjakan. 
pengendalianya dengan : 
  • draenage baik, hingga kebun tidak terlampau lembab. 
  • sanitasi kebun baik. 
  • pemangkasan ranting no sampai 10, hingga tidak terlampau rimbun serta sirkulasi udara bagus. 
  • sepray dengan dithane m45, ridomil, antrocol, rovral, dan lain-lain. 
- Penyakit embun tepung ( mildev ). 
pertama cuma ada sedikit trotol layaknya perokan tepung atau layaknya bekas larutan pestisida yang jadi kering, menempel pada daun, lama kelamaan mengembang melebar serta makin banyak. perubahan penyakit ini juga cepat. 
penendalianya dengan : antrokol, dethane, ridomil, rubugan dan lain-lain. 

- Penyakit busuk batang. 
umumnya berlangsung di pangkal batang atau tangkali daun. 
pengendaliannya dengan : pada pangkal batang oleskan dengan fungisida yang di bikin pasta. 

Panduan teknis budidaya buah naga

Panduan teknis budidaya buah naga
Buah naga dikelompokan kedalam keluarga tanaman kaktus. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina.
Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Tidak jelas benar siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.
Saat ini terdapat beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis-jenisnya buah populer yaitu:
  • Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih
  • Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah
  • Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan
  • Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.
Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.

Memilih bibit buah naga

Tanaman buah naga bisa diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Benih diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit dan biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.
Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:
  • Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
  • Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.
  • Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.
  • Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar.
  • Potongan setek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek bisa lebih pendek namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.
  • Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.
  • Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut. Untuk campuran tanah atau media tanamnya silahkan lihat cara membuat media persemaian.
  • Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm.
  • Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
  • Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.
  • Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50-80 cm.

Persiapan budidaya buah naga

Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.

a. Pembuatan tiang panjat

Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm.
Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.
Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm.

b. Pengolahan tanah

Setelah tiang panjat disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tersebut.
Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.
Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering.
Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.

Penanaman bibit buah naga

Untuk satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.
Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.

Pemupukan dan perawatan

a. Pemupukan

Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.
Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.

b. Penyiraman

Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.
Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.
Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.

c. Pemangkasan

Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.
Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.
Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.
Panduan teknis budidaya buah naga

Pemanenan

Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.
Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti  dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun.
Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

CARA MENANAM DAN BERCOCOK TANAM JAHE

Warga belajar--sekalian, pada pembahasan seri keterampilan berikut ini, kita akan membahas bagaimana cara bercocok tanam Jahe. Mengapa kita harus menanam jahe?, karena selain bisa untuk dipergunakan sendiri untuk berbagai macam keperluan, juga dapat dijadikan sumber penghasilan yang dapat memberikan nilai tambah dari segi penghasilan ekonomi kita. Baiklah berikut ini adalah cara menanam atau bercocok tanam jahe yang baik untuk dijadikan sumber usaha :

Pertama-tama harus kita persiapkan bahan dan alat yang akan dipergunakan untuk bercocok tanam jahe ini, bahan dan alat yang harus dipersiapkan antara lain :

A. Bahan-bahan
1. Bibit
Bibit jahe diperoleh dari rimpang yang sudah tua berumur 9 sampai 10 bulan. Rimpang-rimpang yang akan dijadikan bibit dipotong-potong dengan ukuran 2,5 cm sampai 5 cm atau sebesar 2 sampai 3 jari dengan bobbot 25 sampai 80 gram. Potongan-potongan bibit disimpan dahulu dalam ruangan sampai tumbuh tunasnya. Penyimpanan ini dilakukan di tempat yang kering serta terlindung dari terik matahari cara penyimpanannya dilakukan dengan menghampar bergitu saja. Lama menyimpan berkisar antara 1 sampai 2 minggu dimana pada periode ini biasanya tunas-tunasnya sudah mulai tumbuh. Pilih bibit yang mempunyai 2 sampai 3 mata tunas baru.

Gambar: Rimpang Jahe

2. Pupuk Kandang
Pupuk kandang yang dipergunakan betul-betul sudah mati atau kering. Artinya pupuk tersebut sudah diolah dan disimpan lebih dari 3 bulan.

3. Pupuk buatan
Pupuk buatan yang dipergunakan Urea, TSP atau KCI.

4. Obat tanaman
Obat tanaman tertentu yang sesuai untuk tumbuhan Jahe, digunakan untuk memberantas hama dan penyati tanaman jaeh. Yaitu insektisida fungsida.


B. Alat-alat

1. Cangkul
Dipersiapkan utnuk mengolah lahan

2. Sabit
Dipergunakan untuk membersihkan sekitar tanaman jahe

3. Parang
Dipergunakan untuk memotong kayu yang ada dilahan yang telah dipersiapkan untuk menanam jahe

4. Tali Pelastik
Dipergunakan untuk meluruskan dan mengukur jarak lobang tanaman

5. Keranjang
Keranjang ini dipergunakan untuk pemberian pupuk kandang agar mudah untuk dibawanya dan tidak tercecer kemana-mana.

6. Skop garpu
Dipergunakan untuk mencangkul, mencongkel ketika memungut hasil dan bisa juga untuk menggemburkan tanah lahan bercocok tanam jahe.

7. Alat penyiram
Digunakan untuk menyirami tanaman

8. Tugal
Sebuah batang balok dipergunakan untuk membuat lubang ditanah lahan untuk menabur tanaman, tugal yang dibuat runcingan sepanjang 5 cm atau selebar 4 jari tangan.

9. Semprotan
Dipergunakan untuk menyemprot penyakit dan hama tanaman.


C. Langkah-langkah Penanaman

Langkah Pertama
1. Tanaman jahe memerlukan tanah yang gembur, mula-mula tanah dicangkul secara kasar sedalam 30 cm atau sedalam 2 jengkal sambil membersihkan rumput dan tumbuhan liar lainnya. 


2. Kemudian tanah diperhalus agar menjadi gembur dan diratakan. Buatlah bedengan berukuran lebar 1 sampai 1,2 cm dan tinggi 25 sampai 30 cm atau lebar 3 hasta sampai 4 hasta dan tinggi 1 setengah jengkal sampai 2 jengkal. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, sedangkan jarak antara bedeng-an dibuat 30 sampai 50 cm atau 2 jengkal sampai 4 jengkal.


3. Membuat lubang-lubang tanam dengna jarak 25 sampai 30 cm atau 1 setengah jengkal sampai 2 jengkal dalam satu baris dan 40 sampai 60 cm atau 2 setengah jengkal sampai 4 jengkal dari satu baris kebaris yang lain. Lubang tanam sedalam 5 cm atau secalam runcingan tuggal yang telah dipersiapkan.

4. Sebelum penanaman, lahan diberi pupuk kadang sebanyak 1 sampai 2 kg/meter persegi atau setengah sampai satu gantang. Disebar disekitar lubang tanam.

Langkah kedua
Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Bibit jahe dimasukan ke lubang tanam dengan bagian mata tunas menghadap ke atas. Sebalanjutnya ditimbun dengan tanah, tetapi bagian tunas sebaiknya agak muncul ke atas (sedikit terlihat).


Langkah ketiga
Pemupukan dilakukan dengan maksud untuk menyuburkan tanah. Pemupukan tanaman jahe dilakukan 3 kali. Selain menggunakan pupuk kandang perlu juga diberi pupuk buatan seperti Urea, TSP dan KCI. Pemupukan pertama dilakukan sebelum tanam, selain mnggunakan pupuk kandang sebanyak 1 sampai 2 kg/Meter persegi atau setengah sampai 1 gantang dan dapat dicampur juga dengan pupuk Urea, TSP dan KCI sebagai pupuk dasar.

Pemupukan kedua dilakukan padda umur 1 sampai 1 setengah bulan (saat tanaman mulai membentuk rumpun). Pemberian pupuk dengan ukuran :
a. Urea : 1,9 gram/ Meter Persegi atau 1 sendok penuh/ Meter Persegi.
b. TSP : 3,0 gram/meter persegi atau 1 sendok/meter Persegi
c. KCI : 4.0 gram/ meter persegi atau 1 setengah sendok/meter persegi
Pemupukan ketiga dilakukan pada umur 4 bulan dengan ukuran sama seperti pada pemupukan kedua. Pemupukan di lakukan dengan cara menaburkan di sekitar rumpun atau di antara barisan tanaman jahe.

Langkah keempat
Penyiangan dan penggemburan.
Penyiangan memegang peran penting dalam bercocok tanam jahe, tujuannya untuk menjaga agar tanaman jahe tidak terganggu oleh tanaman lain, tujuannya untuk menjaga agar tanaman jahe tidak terganggu oleh tanaman liar sehingga jahe dapat tumbuh dengan baik.

Bersama dengan penyiangan juga dilakukan penggemburan. Penggemburan ini penting sekali terutama pada lahan yang tanahnya mudah sekali padat, dengan demikian dapat membuat tumbuh dan perkembangan tanaman jelas akan baik, sehingga dapat meningkatkan hasil tanamnya. Penggemburan ini dapat dilakukan dengan cangkul atau skop.

Langkah kelima
Penyiraman
Penyiraman perlu sekali terutama pada waktu tanaman kekeringan. Penyiraman ini dapat dilakukan dengan ember atau alat penyiram.

Langkah keenam
Pemberantasan hama dan penyakit

1. Hama
- Kepik hama yang menyerang daun dengan cara melubanginya
- Ulat penggerek yang menyerang akar jahe
Untuk mencegah kedua hama tersebut dilakukan penyemprotan insektisida yaitu thiodah 35 EC dengan ukuran 1 setengah sampai 2 cc/liter air atau 1 pertiga sampai setengah sendok makan dicampur dengan 5 gelas air.

2. Penyakit
Penyakit pada tanaman jahe ada 3 macam :
a. Penyakit layu,
ciri-cirinya: daun berubah warna menjadi kekuning-kunigan menyebar kehelaian daun bagian atas. Selain itu rampangnya membusuk dan berlendir. Upaya pencegahannya ialah dengan mencabut dan memusnahkan (dibakar). Tanaman diganti dengan bibit yang sehat, erta melakukan penyemprotan dengna fungisida seperti Dithane M-45 ukuran 2 gram/liter air atau setengah sendok dicampur dengan air 5 gelas.

b. Penyakit bercak daun.
ciri-cirinya: daun menjadi bercak-bercak. Upaya pencegahan melakukan penyemprotan dengan fungisida Dithane M-45 ukuran 5 gram/liter air atau setengah sendok di campur air 5 gelas.

c. Penyakit cendawan dan baktri
Penyakit ini menyerang rimpang tanaman jahe menyebabkan rimpang busuk. Upaya pencegahan dan penanggulangannya adalah memusnahkan tanaman yang diserang dicabut dan dibakar.
 

D. Masa Panen dan cara Pemanenan

Panenan jahe dapat dilakukan setelah jahe berumur 9 bulan sampai 10 bulan. Tanda-tandanya daun dan batang sudah mulai kering.

Panenan jahe dapat dilakukan secara total atau bersamaan dengan cara mencongkel atau membongkar seluruh bagian tanaman dengan cangkul atau skop garpu. Sedangkan panenan juga dapat dilakukan dengan cara memotong rimpang yang terdapat di bagian pinggir, dengan demikian sisa rimpangnya dapat tumbuh lagi dengan baik dan menjadi tanaman baru.


E. Kegiatan yang dilakukan Setelah Panenan

Setelah jahe diangkat dari rumpunnya lalu rimpang tersebut dibesihkan secara hati-hati agar tidak mengalami patah-patah yang dapat menurunkan mutu dan harga jahe.
Setelah rimapang dibersihkan lalu dipisahkan dari batannya kemudian dijemur atau dikeringkan dengan panas sinar matahari. Lama pengeringan 6 sampai 8 hari dan selanjutnya disimpan di tempat yang kering. Selain dengan cara tersebut di atas dapat pula dilakukan secara penyeduhan dengan air mendidih sebagai berikut :

1. Rimpang yang baru dipanen dibersihkan tanahnya dengan air kemudian rimpang diseduh dalam air mendidih. Lamanya penyeduhan 10 sampai 15 menit..

2. Jahe yang sudah diseduh lalu dijemur di panas matahari. Penjemuran sebaiknya di atas lantai penjemuran selama 6 sampai 8 hari.

Older Posts